Dalam Kem4lu4anmu Ada Sedekah Tetapi Inilah Larangan Untuk Suami Isteri Ketika Berhubungan Intim! No.4 Masih Ramai Yang Buat

Dalam Kem4lu4anmu Ada Sedekah Tetapi Inilah Larangan Untuk Suami Isteri Ketika Berhubungan Intim! No.4 Masih Ramai Yang Buat

“Dalam kemaluanmu itu ada sedekah.” Sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?.” Rasulullah menjawab, “Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala.” (HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)

Sahabat Ummi, Islam mengajarkan kita segala hal dengan mendetail, termasuk juga mengenai hubungan intim dalam rumah tangga. Ada beberapa hal yang tidak diperbolehkan terkait dengan hubungan badan antara suami dan istri, sayangnya… masyarakat awam banyak yang belum mengetahui hal ini, bisa jadi karena dianggap tabu, atau karena memang tidak tertarik untuk mencari tahu.

Apa sajakah larangan dalam berhubungan intim, sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat dan hadits? Simak pemaparannya sebagai berikut:

1. Dilarang berhubungan intim tanpa membaca doa

loading...

“ Bismillah. Allahumma jannabnasyoithona  wa jannabisyaithona  maa rojaktanaa”

Artinya :  Dengan nama Allâh. Ya Allâh, hindarkanlah  kami dari syetan dan jagalah apa yang engkau rizkikan kepada kami dari syetan

Rasulullah saw. bersabda: Apabila salah seorang mereka akan menggauli istrinya, hendaklah ia membaca: “Bismillah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari  setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami”. Sebab jika ditakdirkan hubungan antara mereka berdua tersebut membuahkan anak, maka setan tidak akan membahayakan anak itu selamanya. (Shahih Muslim No.2591)


2. Dilarang berhubungan intim tanpa pendahuluan

Islam mengajarkan jima yang disertai dengan pendahuluan ungkapan perasaan kasih sayang seperti ucapan romantis, ciuman dan cumbu rayu dan tidak mengajarkan  berhubungan badan tanpa adanya pendahuluan . Hal ini sesuai dengan: Sabda Rasul Allâh SAW:

loading...

“Siapa pun di antara kamu, janganlah menyamai isterinya seperti seekor hewan bersenggama, tapi hendaklah ia dahului dengan perantaraan. Selanjutnya, ada yang bertanya: Apakah perantaraan itu ? Rasul Allâh SAW bersabda, “yaitu ciuman dan ucapan-ucapan romantis”. (HR. Bukhâriy dan Muslim).


3. Dilarang berhubungan intim tanpa penutup/ selimut

Dari ‘Atabah bin Abdi As-Sulami bahwa apabila kalian mendatangi istrinya (berjima’), maka hendaklah menggunakan penutup dan janganlah telanjang seperti dua ekor himar. (HR Ibnu Majah)

Maksudnya adalah jangan bertelanjang seperti hewan yang kelihatan kemaluannya saat berjima. tapi pakailah selimut sebagai penutup, atau  bertelanjang dalam selimut.

4. Dilarang berhubungan intim melalui dubur/ anus

Dari Abi Hurairah Radhiallahu’anhu. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Dilaknat orang yang menyetubuhi wanita di duburnya”. (HR Ahmad, Abu Daud dan An-Nasai)

Tentu saja dikarenakan dubur/anus adalah tempat pembuangan kotoran, yang membahayakan kesehatan jika berhubungan suami-istri melaluinya.

5. Dilarang berhubungan intim saat istri haid

“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari perempuan di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allâh kepadamu. Sesungguhnya Allâh menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah/2: 222)

6. Dilarang menyebarluaskan masalah hubungan intim

“Sesungguhnya di antara manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari Kiamat adalah laki-laki yang menyetubuhi istrinya dan istrinya memberikan kepuasan kepadanya, kemudian menyebarkan rahasia istrinya.”( Diriwayatkan oleh Imam Muslim (2597) dan Abu Dawud (4227)

 

 

 

Sumber: Kartel Dakwah

 

 

.

Penting !!! Ramai Orang Islam Tak Tahu Pasal Ni ! Hukum Suami Cium Jenazah Isteri

Apakah hukum si suami memberi ciuman kepada si isteri ketika saat akhir si isteri dikafankan? Maksud saya, selesai si mati dimandikan dan dikafan, hanya tinggal muka sahaja belum dikafankan kerana memberi peluang kepada anak si mati memberi ciuman terakhir.

ABDULLAH,
Ciuman mempunyai maksud kasih sayang atau tanda hormat. Oleh itu tidak mengapa mencium jenazah selagi mana jenazah itu adalah mahramnya dan antara suami terhadap jenazah isteri atau sebaliknya.

Sepakat ulama bahawa wuduk jenazah tidak terbatal kerana terangkatnya taklif kepada jenazah.
Ciuman kepada jenazah sering dilakukan Rasulullah yang diriwayatkan Saidatina Aisyah RA; “Bahawa aku melihat Rasulullah mencium Uthman bin Maz’un apabila beliau meninggal dan aku melihat linangan air mata baginda.” (Hadis Riwayat Abu Daud)

Tidak digalakkan memberikan ciuman berulang-ulang kali. Larangan seperti ini biasanya dirujuk kepada budaya masyarakat melayu.

 

Jika ingin melakukan, biarkan penuh dengan adab dan sopan. Bukan menjadi tontonan orang ramai yang menziarahi jenazah.

Mungkin boleh memberikan ciuman terakhir ketika jenazah masih di rumah dalam keadaan yang tidak menjadi tontonan.

Tidak sopan dalam kalangan orang ramai yang sibuk menguruskan jenazah, kelihatan isteri memberikan ciuman terakhir kepada jenazah suami. Bukan sahaja jenazah, pasangan suami isteri juga tidak sopan apabila berciuman dihadapan orang ramai.

 

Sumber: NasihatUstaz.my

 

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *