Jika Anda Mahu Dimurahkan Rezeki, Maka Inilah Amalan Pagi Agar Seharian Dibanjiri Rezeki

Jika Anda Mahu Dimurahkan Rezeki, Maka Inilah Amalan Pagi Agar Seharian Dibanjiri Rezeki..

Pagi merupakan waktu untuk mengawali hari. Ada yang memulainya dengan olahraga, mandi lalu menyantap makanan bergizi, mempersiapkan diri bekerja menjemput rezeki, dan ada pula yang menghabiskannya dengan menonton tayangan televisi.

Apapun yang dilakukan pada pagi hari, biasanya berpengaruh terhadap kondisi dan situasi diri. Termasuk, dapat mempengaruhi sedikit banyaknya rezeki yang akan datang menghampiri. Banyak amalan pagi yang sebenarnya bisa membuat seharian banjir rezeki.

Sayangnya, pagi sering terlewat begitu saja  tanpa amalan-amalan ini. Biasanya ini terjadi karena orang sibuk dengan pekerjaan duniawi. Padahal, tanpa disadari amalan ini justru membuat derasnya aliran rezeki. Apa saja amalan tersebut? Berikut ulasannya.

1. Bertaubat
Mungkin ini menjadi salah satu amalan yang dianggap aneh bagi sebagian orang. Bagaimana mungkin bertaubat bisa membuat rezeki lancar? Ternyata hal itu mungkin saja, pasalnya orang yang jauh dari rezeki disebabkan karena dosa yang dilakukannya. Nabi Muhammad SAW dalam hadist riwayat Ahmad yang artinya:

loading...

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya.” (HR Ahmad).

Sudah jelas bukan? Jika dosa menjadi penghambat, maka taubat menjadi cara untuk memperlancar. Maka jangan lewatkan pagi tanpa membaca istigfar kepada Allah SWT. Bisa dilakukan setelah shalat Subuh, atau sepanjang anda melakukan aktivitas pada pagi hari.

“Barang siapa yang memperbanyak dari istighfar, Allah menjadikan dari tiap-tiap kesusahan ada kelonggaran/kemudahan, dan dari tiap-tiap kesempitan ada jalan keluar, dan memberikan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka”. ( HR Ahmad )

2. Sedekah


Amalan pagi untuk memperlancar rezeki juga bisa dilakukan dengan cara bersedekah. Banyak kesempatan kita untuk memberi saat pagi hari. Bisa jadi, kita bertemu dengan pengamen yang tiba-tiba bernyanyi di tengah lampu merah, anak kecil yang tiba-tiba datang mengelap kaca mobil, atau pengemis yang paginya sudah berada di pinggiran jalan dan mengharapkan belas kasihan.

loading...

Jangan langsung bete karena kehadiran mereka ya. Karena mungkin saja, Allah SWT mengirimkan mereka yang berkekurangan untuk mengajarkan kita bagaimana cara berbagi. Dan bukan tanpa balasan, Allah sudah menjanjikan mengganti apa yang kita beri.

Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya. QS: Saba [34] : 39

3. Mengawali Aktivitas dengan Salat Dhuha


Amalan pagi agar kebanjiran rezeki seharian adalah menjalankan shalat Duha. Susah? Memang, terlebih jika dalam kondisi bekerja yang tidak bisa ditinggalkan. Namun, shalat duha tidak membutuhkan waktu hingga berjam-jam. Tapi hanya perlu 5-10 menit sehari saat pagi menjelang matahari meninggi.

Bagi orang yang mencari pekerjaan, luangkanlah waktu anda untuk mengawali aktivitas anda dengan shalat dhuha sebelum berangkat mencari pekerjaan, dan agendakan diri anda untuk senantiasa melakukan shalat dhuha setipa pagi, karena itu merupakan aplikasi rasa syukur kita kepada Allah.

Dan bagi orang yang sudah bekerja dan menuntut anda untuk berada di tempat kerja sebelum waktu dhuha, hendaklah anda anda meluangkan sedikit waktu untuk melakukan shalat dhuha.  Karena Allah sudah menjanjikan anda dengan rizki yang selalu cukup dan berkah untuk anda.

Sesungguhnya Allah berfirman: “Wahai ‎anak adam, laksanakan untukKu 4 rakaat di awal siang, Aku akan cukupi ‎dirimu dengan shalat itu di akhir harimu.” (HR. Ahmad 17390, dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih Targhib wat Tarhib 666 dan Syuaib al-Arnauth).‎

Niatkanlah dalam diri jika salat ini dilakukan hanya untuk mendapatkan keridhaan Allah.

4. Bersyukur


Bersyukur adalah cara menambahkan lebih. Dengan bersyukur maka orang akan selalu merasa cukup. Lihatlah bagaimana bahagianya mereka yang hanya berpenghasilan Rp.20 ribu sehari karena terus bersyukur. Atau orang yang sibuk kesana-sini dengan uang segoni tetapi tidak pernah merasa lebih.

Artinya : sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikamt tersebut, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (QS. Ibrahim; 7 ).

Tidak sulit bukan jika pada pagi hari mengucapkan Alhamdulillah atas semua rezeki yang diterima? Paling tidak, berterimakasihlah karena masih menghirup udara pagi ini.

Sumber :infoyunik.com

.

Apabila Maghrib tiba, rata-rata manusiaterutama dipelosok-pelosok yang penduduknya Muslim segera bergegas meninggalkan pekerjaannya dan akan pulang ke rumah sambil menutup rumah dan bersiap ke Masjid untuk solat jamaah. Ternyata larangan tidak boleh merayau masa akan tiba waktu Maghrib sudah dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam Hadis.

“Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian, kerana sesungguhnya ketika itu syaitan sedang bertebaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka lepaskan mereka. Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, kerana sesungguhnya syaitan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutup pula bekas minuman dan makanan kalian dan berdzikirlah kepada Allah, walaupun dengan sekadar meletakkan sesuatu di atasnya, matikanlah lampu-lampu kalian! ” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari Jabir radhiallahu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Jangan lepas haiwan ternak kalian dan anak-anak kalian apabila matahari terbenam hingga berlalunya awal waktu Isya. Kerana syaitan bertebaran jika matahari terbenam hingga berlalunya awal waktu Isya.” (HR. Muslim).

Dari Jabir radhiallahu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Jangan kalian membiarkan anak anak kalian di saat matahari terbenam sampai hilang kegelapan malam sebab setan berpecah jika matahari terbenam sampai hilang kegelapan malam.” (Sahih Muslim).

Di dalam sebuah buku ilmiah kategori agama yang dikarang oleh Prof. DR. Ir. H. Osly Rachman, MS dengan judul The Science Of Solat menjelaskan. Menjelang tiba waktunya memasuki solat Maghrib, suasana alam akan berubah menjadi berwarna kemerah-merahan bahkan berwarna merah.

Didalam buku tersebut juga dipaparkan, perubahan warna merah pada saat menjelang Maghrib selaras dengan kekerapan Jin. Apabila waktu tersebut, tenaga Jin akan bertambah kerana mempunyai resonansi yang sama dengan alam.

Didalam hadis Rasulullah SAW juga sudah dijelaskan, saat Magrib Jin sudah bergegas untuk keliaran. Pastinya mereka mencari manusia-manusia untuk digoda dan hujung-hujungnya beberapa manusia terjerumus meninggalkan perintah Allah SWT. Naudzubillah …
Solat Ketika Azan: Masih Ramai Yang Khilaf

SEBAGAI Islam, mendirikan solat lima waktu adalah hukum yang wajib dipatuhi oleh setiap Muslim yang beriman.
Solat itu tiang agama. Sejak kecil kita diajar untuk mendirikan solat yang akan menjamin kehidupan kita di akhirat nanti.

Walaupun ada sebilangan kita yang alpa, namun kebanyakan dari kita masih teguh mendirikan amal ibadat, buat bekalan di hari mati esok.
Terdetik penulis untuk mencoretkan tulisan kali ini mengenai khilafnya kita tentang menjaga solat serta hubungan kita dengan ALLAH.

Mungkin sudah ramai yang tahu, namun masih ada yang khilaf tentang hukum-hukum solat ketika mendirikan solat.
Kisah bermula ketika penulis singgah di sebuah stesen pam minyak di bandar ini untuk mendirikan solat Asar.

Solat Asar pula dilakukan sudah agak lewat kerana terlalu lama tersangkut di dalam kesesakan lalu lintas di Lebuhraya Persekutuan.
Tergopoh-gapah penulis mengejar waktu untuk ke ruang solat yang disediakan di stesen minyak tersebut.

Penulis masuk ke ruang solat yang agak kecil. Di dalam bilik solat tersebut, sudah ada dua wanita yang lengkap bertelekung.
Barangkali bersiap sedia untuk menunaikan solat Maghrib.

Perlukah Berhenti Berdoa Ketika Azan Berkumandang? – Ustaz Azhar Idrus

Sebelum menunaikan solat, sempat penulis mengerling ke arah jam yang tersedia. Hanya ada lagi 15 minit sebelum azan Maghrib berkumandang.
Selesai solat Asar disempurnakan, penulis menunggu tibanya azan Maghrib yang bakal berkumandang pada bila-bila masa.
Tidak sampai tiga minit menunggu, azan Maghrib mula kedengaran.

Dua wanita di kiri dan kanan penulis tidak menunggu lama. Mereka bangun dan terus solat sebaik sahaja azan kedengaran.
Penulis yang berada di kedudukan di tengah-tengah antara keduanya hanya diam terpaku. Tertanya-tanya sendiri.
Bukankah solat itu sepatutnya didirikan selepas azan berakhir? Dan apa pula hukumnya mendirikan solat ketika azan?

Ketika itu penulis tersedar. Kita masih khilaf dalam menjaga hubungan kita denganNYA.
Sebagai hambaNYA, kita semua selalu mengambil mudah dalam menjaga kejernihan urusan ibadah kita kepadaNYA.
Beberapa hari selepas kejadian tersebut berlaku, penulis mengambil keputusan untuk menghubungi seorang ustaz bagi bertanyakan perihal tersebut.

Dr Mohd Azhar Abdullah namanya.

Beliau yang Timbalan Ketua Eksekutif Bahagian Hal Ehwal Pelajar Kolej Antarabangsa Sultan Ismail Petra, menjawab tenang ketika dihubungi untuk menjawab persoalan tersebut.

Menurutnya, antara syarat sah solat adalah solat yang dilakukan sebaik sahaja masuk waktu solat dan mengerjakan solat ketika azan waktu solat baharu sahaja berkumandang menjadikan solat tersebut sah.
Bagaimanapun mengerjakan solat ketika azan adalah makruh bagi lelaki, manakala wanita pula disunatkan untuk menunggu selesai azan sebelum mengerjakan solat.

“Dari sudut sunnah para sahabat Nabi, solat dilakukan selepas usai azan kedengaran. Mengerjakan solat selepas azan membolehkan kita melakukan beberapa prinsip seperti menjawab azan ketika azan berkumandang dan melakukan solat sunat dua rakaat selepas azan.

“Solat ketika azan adalah makruh bagi lelaki kerana perbuatan tersebut akan menyebabkan ‘tercicirnya’ lelaki tersebut daripada jemaah yang bakal menunaikan solat bersama. Bagi kaum wanita pula, adalah sebaiknya menunggu azan selesai kemudian baharulah solat dikerjakan,” katanya ketika dihubungi Sinar Online, hari ini.

Menurutnya lagi, perbuatan solat ketika azan akan menyebabkan hilangnya kemanisan dalam mengerjakan ibadah tersebut.

“Islam tidak menghalang umatnya bersolat ketika azan masuk waktu, namun ia akan menyebabkan makruh. Makruh itu bermakna kita melakukan perkara-perkara yang ALLAH tidak suka.
“Kita akan hilang kemanisan dalam bersolat (sekiranya bersolat ketika azan masuk waktu masih kedengaran). Kita masih peroleh pahala, tetapi pahala itu tidak cantiklah,” katanya lagi.

Jelas beliau lagi, solat yang didirikan dipenghujung waktu sehingga masuk waktu solat fardhu lain juga masih dikira sah.

“Sebagai contoh, kita solat Asar dihujung waktu, tiba-tiba azan Maghrib kedengaran, maka solat kita perlu diteruskan. Tidak ada sebab untuk menghentikan ibadah.

“Solat masih sah sekurang-kurangnya satu rukuk. Solat di akhir waktu itu (sama ada) qada atau tunai adalah sempat rukuk atau tidak pada rakaat yang pertama, jika ia solat Asar n rukuk dan sempat tama’ ninah seketika dalam rukuk dan tiba-tiba azan maghrib, maka dikira solat asar sebagai tunai, jika tidak sempat rukuk maka dikira qada,” jelasnya

Sumber: Islamitusempurnakanku.blogsport.com

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *